Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaCeritaKolaborasi Pencegahan Permukiman Kumuh di Kota Ternate dengan Gerakan Perubahan AKAK
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Ternate, 10 November 2017
Kolaborasi Pencegahan Permukiman Kumuh di Kota Ternate dengan Gerakan Perubahan AKAK


Oleh:
M. Triyono, ST.
TA LG dan Kolaborasi
KMW/OSP 9 Provinsi Maluku Utara
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

Sampah di Kota Ternate

Di Kota Ternate permasalahan sampah merupakan masalah klasik dalam kehidupan sehari-hari yang secara signifikan menyumbang makin kompleknya permasalahan permukiman kumuh. Sampah sebagaimana definisinya yaitu benda padat hasil aktivitas manusia yang sudah tidak dapat digunakan lagi, sudah barang tentu selama manusia masih hidup dan beraktivitas pasti akan menghasilkan sampah. Pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menimbulkan volume, jenis, dan karakteristik sampah yang semakin beragam dan semakin banyak.

Kontur geografis Kota Ternate yang merupakan kota pesisir pantai sekaligus berada di kaki Gunung Gamalama mengakibatkan sampah cenderung menumpuk di kawasan permukiman kumuh padat penduduk di pesisir pantai, karena selain merupakan sampah yang diproduksi oleh masyarakat setempat juga merupakan sampah kiriman dari pemukim di lokasi yang lebih tinggi di Kaki Gunung Gamalama yang terbawa aliran air beberapa “kali mati” yang ada di Kota Ternate.

Upaya pengelolaan sampah kebanyakan masih belum sesuai dengan metode dan teknik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan, sehingga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan itu sendiri. Masalah sampah ini memerlukan pengelolaan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir supaya dapat memberikan manfaat baik secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah pola pikir dan paradigma masyarakat tentang sampah itu sendiri.

Pengelolaan sampah yang selama ini dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat belum menyelesaikan masalah sampah sehingga tetap menjadi persoalan yang tersisa ketika dilakukan upaya-upaya penanganan permukiman kumuh di Kota Ternate.

Dalam melakukan pengelolaan sampah, partisipasi masyarakat menjadi hal yang sangat penting sebagai produsen sampah itu sendiri. Menangani sampah mulai dari hulu akan membuat permasalahan sampah menjadi sederhana dengan menyadarkan masyarakat untuk tidak memproduksi sampah dalam jumlah banyak, dan juga dengan tidak membuang secara sembarangan. Berangkat dari kesadaran tersebut maka melalui pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang menggunakan pendekatan pembangunan kolaboratif turut ambil bagian dalam sebuah gerakan perubahan “Aksi Kalesang Kampung”, yang disingkat AKAK.

Gerakan Perubahan AKAK

Gerakan perubahan AKAK, yang dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai aksi kepedulian masyarakat terhadap kampungnya sendiri, adalah sebuah gerakan perubahan yang dilahirkan dari keprihatian semua pihak terhadap pengelolaan dan penanganan sampah di Kota Ternate, yang cenderung reaktif dan belum mengoptimalkan peran serta partisipasi masyarakat sebagai produsen sampah.

Gerakan ini dimulai dari beberapa FGD multipihak, sosialisasi yang kemudian dimotori oleh Taufik Abbas, salah seorang peserta Diklat Kepemimpinan III Angkatan II, sekaligus sebagai Ketua Pokja Perumahan dan Kawasan Permukiman/Pokja PKP Provinsi Maluku Utara) yang diwajibkan untuk membuat sebuah proyek perubahan yang diharapkan dapat berdampak pada pemanfaatan dan inovasi untuk perubahan dan dorongan positif di suatu tempat khususnya warga masyarakat. Jadi AKAK adalah sebuah kolaborasi multipihak dalam menstimulan gerakan perubahan dalam masyarakat untuk peduli pada kampungnya sendiri dengan titik fokus penanganan sampah secara komprehensif sejak sampah belum diproduksi dengan gerakan penyadaran perilaku hidup bersih dan sehat dalam membuang sampah.

Gerakan perubahan AKAK secara resmi di-launching di Kelurahan Makasar Timur, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate pada Sabtu 30 September 2017, ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh berbagai pihak. Di antaranya, Disperkim Provinsi Maluku Utara, OSP 9 Program KOTAKU Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kota Ternate, Universitas Khairun Ternate, Pemerintah Kecamatan Ternate Tengah, Pemerintah Kelurahan dan warga masyarakat Makasar Timur dan perwakilan dunia usaha yang tergabung dalam Forum CSR Kota Ternate.

Launching gerakan perubahan AKAK dibuka oleh Asisten III Sekdaprov Maluku Utara Khairudin Djufri. Selain penandatanganan komitmen bersama, acara launching gerakan AKAK juga diisi oleh penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya penanganan pengelolaan sampah oleh peneliti dari Universitas Khairun Ternate Nani Nagu.

Implementasi dan Tindak Lanjut Gerakan Perubahan AKAK

Menindaklanjuti gerakan perubahan AKAK ini, Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate sebagai salah satu dinas teknis yang menangani masalah persampahan meski telah melakukan berbagai usaha dan terobosan untuk bisa mengatasi masalah sampah dalam rangka menciptakan Kota Ternate yang lebih bersih, hijau, indah, dan nyaman, juga akan melakukan pembentukan Kampung Bersih di setiap Kelurahan. Program Kampung Bersih merupakan masukan saat dilakukan FGD pada saat launching Gerakan Perubahan AKAK yang kemudian diharapkan juga akan ditindaklanjuti dengan Sosialisasi Kampung Bersih Tingkat Kota dan Deklarasi Pemuda Peduli Sampah.

Program Kampung Bersih merupakan upaya untuk mengidentifikasi permasalahan persampahan di setiap kelurahan yang ada di Kota Ternate. Sejalan dengan kebijakan akan dibuka UPTD Pengelolaan Sampah dan alokasi 1 armada untuk 1 kelurahan, maka Dinas Lingkungan Hidup mencoba menangkap peluang dan menindaklanjuti semangat masyarakat setempat yang terpicu oleh gerakan perubahan AKAK untuk memperluas gerakan perubahan AKAK secara lebih massif dan terus menerus. Dengan demikian permasalahan persampahan di wilayah dapat dicarikan solusi secara bersama-sama menurut karakteristik wilayah tersebut. Dinas Lingkungan Hidup akan memfasilitasi sarana prasarana dalam pengelolaan sampah di sumber. Selanjutnya juga akan dibentuk Forum Komunikasi Pengelola Sampah (Kompos) dan Himpunan Orang Muda Peduli Sampah (Hompimpah).

Dalam rangka menyebarluaskan gerakan perubahan AKAK akan diadakan roadshow sosialisasi gerakan perubahan AKAK di 5 Kecamatan di Kota Ternate. Sosialisasi yang dimaksud diharapkan akan menghasilkan formula yang jitu untuk menjawab lebih meluas dan masifnya gerakan perubahan AKAK, yaitu: (1) Bagaimana cara meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui gerakan perubahan AKAK atau melalui komunitas peduli sampah yang lain? (2) Bagaimana cara menumbuhkan komunitas peduli sampah di setiap kelurahan di Kota Ternate? (3) Bagaimana Program Kampung Bersih menangani permasalahan sampah di setiap kelurahan? (4) Bagaimana implementasi Program Kampung Bersih dioperasionalkan untuk menciptakan Kota Ternate yang lebih bersih, hijau, indah, dan nyaman?

Gerakan perubahan AKAK ini dapat dikatakan berhasil apabila telah dicapai indikator sebagai berikut: (1) Tumbuhnya pembentukan komunitas peduli sampah di kelurahan-kelurahan Kota Ternate. (2) Teridentifikasinya permasalahan persampahan di setiap kelurahan di Kota Ternate. (3) Pergerakan aktif komunitas peduli sampah untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Ternate.

Pada akhir gerakan perubahan AKAK ini diharapkan akan menghasilkan output, yaitu (1) terbentuknya komunitas Peduli Sampah berbasis kelurahan di Kota Ternate, (2) permasalahan sampah di Kelurahan Kota Ternate dapat diatasi dengan solusi yang tepat, (3) kondisi setiap kelurahan di Kota Ternate menjadi lebih bersih, indah dan nyaman, (4) berkontribusi nyata dalam penanganan permukiman kumuh perkotaan di Kota Ternate. [Malut]

Editor: Nina Razad 

Oleh:
M. Triyono, ST.
TA LG dan Kolaborasi
KMW/OSP 9 Provinsi Maluku Utara
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
(dibaca 315)
KOMENTAR ANDA:
TOP pak ta iki
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Cerita | Arsip Cerita | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 1882, akses halaman: 2424,
pengunjung online: 248, waktu akses: 0,016 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank