Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaKliping & Media WargaPenataan Kawasan Nelayan Tegalsari Jalan Terus
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Tegal, 14 November 2017
Penataan Kawasan Nelayan Tegalsari Jalan Terus

Judul: Penataan Kawasan Nelayan Tegalsari Jalan Terus

Sumber: radartegal.com

Edisi: Kamis, 9 November 2017

TEGAL - Berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo, Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berencana melanjutkan pengembangan kawasan kampung nelayan Tegalsari. Hal itu disampaikan langsung Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Ditjen Cipta Karya Kemen PUPR Rina Farida saat melakukan tinjauan ke perkampungan nelayan Tegalsari didampingi Plt Wali Kota Tegal Nursholeh dan Plt Kepala Disperkim Sugeng Suwaryo, kemarin.

Menurut Rina Farida, pembangunan kawasan kampung nelayan Tegalsari menjadi prioritas Presiden Jokowi untuk membangun permukiman tepi air bagi nelayan. Sebab, mendasari hasil kunjungan Jokowi ke Tegalsari yang padat dan kumuh, ditargetkan bisa diubah dengan penataan ulang permukiman nelayan.

"Targetnya proyek selesai 2019, tapi instruksi Menteri PUPR untuk dipercepat sehingga 2018 paling tidak bisa dilihat perkembangannya," jelasnya di sela-sela tinjauan.

Dalam penataan kawasan permukiman nelayan, kata Rina Farida, konsep ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) juga menjadi target sebagai akses bermain anak-anak. Selain itu, dengan konsep pengembangan hunian tepi sungai pihaknya juga sudah menyiapkan pola untuk menggugah kesadaran masyarakat nelayan agar tidak membuang sampah ke sungai.

"Untuk penataan kampung nelayan, konsepnya masuk Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) agar masyarakatnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat," terangnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Tegal mengapresiasi dan mendukung penuh adanya program pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR. Sebab, penataan kawasan kampung nelayan di Kota Tegal khususnya Tegalsari menjadi wujud kepedulian pemerintah pusat dalam mengentaskan kawasan permukiman kumuh menjadi layak huni dan nyaman.

"Agar penataan lebih optimal, pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat nelayan juga terus digencarkan terkait penataan kawasan," tutur Kang Nur.

Kang Nur berharap, melalui penataan permukiman di Kelurahan Tegalsari yang didominasi masyarakat berprofesi nelayan akan lebih memacu dan mendukung program Kotaku. Sehingga, penataan kawasan nelayan akan lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan, kenyamanan, dan kemanan melalui optimalisasi sirkulasi ekonomi kerakyatan. (syf/ela/zul)

(dibaca 97)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Kliping & Media Warga | Arsip Kliping & Media Warga | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 1888, akses halaman: 2431,
pengunjung online: 254, waktu akses: 0,016 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank