Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaBeritaBerkat Kolaborasi Aceh Besar Laksanakan Kegiatan Walau Tanpa BDI
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Aceh Besar, 14 November 2017
Berkat Kolaborasi Aceh Besar Laksanakan Kegiatan Walau Tanpa BDI

Diinformasikan oleh: 
Maya Keumala Dewi
Askot Mandiri
Kabupaten Aceh Besar
OC 1 Aceh
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

Kabupaten Aceh Besar adalah satu-satunya dampingan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang masuk dalam wilayah pencegahan, murni tanpa ada Bantuan Dana Investasi (BDI) di tahun 2017. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan kolaborasi, sesuai dengan platform KOTAKU. Kabupaten Aceh Besar memiliki 23 kecamatan. Namun yang menjadi dampingan Program KOTAKU hanya berada di Kecamatan Krueng Barona Jaya, yang berbatasan langsung dengan Kota Banda Aceh.

Pada Oktober, telah dilaksanakan Memorandum Program KOTAKU oleh para SKPK yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kegiatan ini dilakukan bertahap mulai dari 17 Oktober 2017, acara dilaksanakan di Aula Pertemuan Bappeda Aceh Besar dan dibuka oleh Wakil Bupati Tgk H Husaini A Wahab. Kemudian, pada 26 Oktober 2017, di Aula Pertemuan Kantor Camat Krueng Barona Jaya.

Memorandum Program merupakan sebuah penyepakatan atau review terhadap dokumen perencanaan yang ada, yaitu Rencana Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKP) dalam menentukan indikasi kegiatan skala kawasan kabupaten/kota. Selain Pokja PKP, hadir pula camat dan perwakilan geuchik yang desanya masuk dalam SK Kumuh 2016, yakni Meunasah Baktrieng, Meunasah Papeun, Lamgapang, serta Rumpet yang memiliki potensi terjadinya kumuh.

Sebelum dilakukan penyepakatan “siapa melakukan apa dan dimana”, semua peserta Memorandum Program berkesempatan melihat langsung ke lokasi titik permasalahan yang ada, sesuai dengan 7 indikator kumuh—kondisi bangunan, jalan lingkungan, drainase lingkungan, penyediaan air minum, pengelolaan persampahan, pengelolaan air limbah, pengamanan kebakaran—berdasarkan hasil pendataan baseline 100-0-100 sesuai Permen PUPR No. 2 Tahun 2016 tentang Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh.

Memorandum Program yang difasilitasi oleh konsultan KOTAKU ini merupakan kegiatan penting, terutama bagi Kabupaten Aceh Besar. Karena, yang menjadi fenomena, dari sejumlah kecamatan yang masuk dalam SK kumuh, hanya satu kecamatan yang menjadi dampingan KOTAKU.

Total luasan kumuh berdasarkan SK Bupati No. 323 tahun 2016 ada sejumlah 190,5 Ha. Sebagian di antaranya ada di Kecamatan Krueng Barona Jaya dengan luas 114,7 Ha. Sisanya tersebar di Kecamatan Selimum (6,81 Ha), Kecamatan Ingin Jaya (32,14 Ha), Kecamatan Darul Imarah (13,89 Ha), Kecamatan Baitussalam (12,55 Ha) dan Kecamatan Kuta Baro (10,41 Ha).

Harapan terbesar bagi kecamatan yang tidak memiliki dampingan Program KOTAKU adalah bisa mereplikasi program, agar sejumlah luasan kumuh yang masuk dalam SK Bupati tersebut bisa menjadi 0% di tahun 2019. Karena penanganan kumuh bukan hanya dilakukan oleh Program KOTAKU, melainkan tanggung jawab bersama, multisektor dan multiaktor. [Aceh]

Dokumentasi lainnya:

Editor: Nina Razad 

(dibaca 129)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Berita | Arsip Berita | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 1885, akses halaman: 2428,
pengunjung online: 252, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank