Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Pengaduan
,
Selamat datang di website KOTAKU.
Pengaduan On-Line dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara On-Line.
Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

PPM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila;
1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)  2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU. 3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

Berikut artikel mengenai Pidana Penjara dan Denda terkait Pasal Pencemaran Nama Baik dalam UU ITE, artikel ini dimaksudkan agar siapapun yang akan mengirimkan pengaduan lebih bijak dalam menyampaikan pengaduan dengan dilampirkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pidana Penjara dan Denda terkait Pasal Pencemaran Nama Baik dalam UU ITE
Livelihood
Paryanto - Askot MK, 17 September 2017, jam 23:27:19
Dengan segala hormat,

Mohon maaf sebelumnya atas kekurangan pengetahuan saya,
saat ini dana mengendap di upk cukup besar tetapi baik UPK maupun BKM tidak berani mencairkan dana tersebut sebagai pinjaman ke KSM karena ketakutan dan kekawatiran terjadi kemacetan.
Ada masukan atau informasi yang memperbolehkan dana mengendap/idle tersebut untuk kegiatan LIVELIHOOD, tetapi sampai saat ini saya belum memahami konsep LIVELIHOOD tersebut (bukan semata "kegiatan ekonomi yang berkelanjutan") tetapi lebih kepada pedoman/aturan atau apapun mengenai LIVELIHOOD yang bisa di implementasikan di lapangan.
Mohon pencerahan...
Terima kasih dan sekali lagi mohon maaf

Tanggapan 1
 
Re: Livelihood
PPM KOTAKU, 20 September 2017, jam 14:03:35
Kepada Yth,
Rekan Paryanto
Di tempat

Terima kasih telah menggunakan pengaduan on-line. Berikut ini disampaikan tanggapan dari USK MK KMP-2 mengenai pengaduan anda.
---
Terima kasih sebelumnya atas pengaduan/permintaan penjelasan Saudara tentang livelihood. Atas pengaduan Saudara kami pahami terbagi menjadi 2 hal yaitu :

1. Kekhawatiran UPK dan BKM atas kemacetan kembali setelah menggunakan dana mengendap/dana existing. Perlu kami jelaskan bahwa sesuai panduan pendampingan optimalisasi kinerja pinjaman dana bergulir (PDB) khususnya untuk pencairan baru yang berkualitas (halaman 6) maka pendamping wajib melakukan/memastikan : 1) penguatan kepada UPK dan BKM tentang problem solving, analisis pinjaman, pengelolaan keuangan dan pendampingan kelompok, 2). Pendamping bersama BKM dan UPK Melakukan pemastian KSM telah melaksanakan Panca Sutra dan telah belajar mengelola pinjaman terlebih dahulu melalui dana/tabungan anggota kelompok.
Jika selama pembelajaran (2 bulan/8 kali pertemuan) KSM konsisten berada di kategori petumbuhan “Kembang” maka dana mengendap/dana existing dapat direkomendasi untuk pencairan kepada KSM tersebut. dengan demikian selain akan memperbaiki kinerja pinjaman juga akan meningkatkan pendapatan UPK. Tentunya dalam konteks KOTAKU kegiatan KSM dapat mendukung peningkatan pendapatan MBR dan meningkatkan akes kepada kualitas permukiman yg layak huni dan berkelanjutan.

2. Dana mengendap/existing bisa digunakan sebagai salah satu sumberdaya dalam implementasi kegiatan livelihood. sebagai langkah awal kegiatan livelihood merujuk pada POS pengembangan penghidupan berbasis masyarakat (P2BM) dengan melakukan pemetaan masalah dan potensi ekonomi serta perkembangan kelompok. Kegiatan integrasi kegiatan livelihood dalam dokumen perencanaaan juga sudah dilakukan bersamaan dengan siklus di masyarakat dan rujukannya adalah juklak kegiatan KOTAKU tingkat Kelurahan, harapannya dari dokumen perencanaan tersebut telah diketahui kebutuhan masyarakat secara jelas tentang kegiatan pengembangan usaha maupun peningkatan keterampilan ushaa dan akses pekerjaan. Direncanakan akan dilakukan pelatihan khusus untuk memperdalam konsep livelihood yg telah ada di dokumen perencanaan dan kaitannya dalam pencapaian tujuan program NSUP. Khusus di wilayah 1 dalam waktu dekat juga akan dilakukan penguatan pendamping dan masyarakat melalui pelatihan PPMK.
---
Demikian yang dapat disampaikan, PPM KMP-2 mengucapkan terima kasih kepada USK MK KMP-2 atas fasilitasi pengaduannya.

PPM KMP Program KOTAKU Wilayah-2
Tanggapan 2
 
Re: Livelihood
paryanto -, 2 Oktober 2017, jam 14:52:08
Terima kasih atas pencerahannya...

untuk mendapatkan POS P2BM saya bisa download dimana ya manis kan?...manis kan?...manis kan?...


Kembali ke atas
Jl. Penjernihan I No 19 F1,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 2191, akses halaman: 2773,
pengunjung online: 97, waktu akses: 0,016 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank