Kesewang Wenangan KMW ( TL )
malkan iskandar, 18 Januari 2017, jam 12:57:08
Tanpa adanya Konfirmasi dan Peringatan KMW OSP 6 ( TL ) Isgianto
Sering Melakukukan Pemecatan Faskel Tanpa Konfirmasi dan Peringatan ( SP 1, 2, dll )
Padahal Pengabdian yang sudah 7 Tahun Tanpa di Anggap dan Faskel DiiBaratkan SAMPAH,
Selama 7 Tahun TL dan KMW OSP 6 Belum Pernah Ke Kabupaten Malinau ....!!!!!
Apakai itu jg Betul dam Bekerja ......? TL yang Malas dalam Berkunjung Ke Kab Malinau !!!!
Tanpa Sebab dan Akibat .....Langsung Pecat !!!!!!!!!
Hebat Selagi Punya Kekuasaan .....!!!!!!




Tanggapan 1.
Kesewang Wenangan KMW ( TL )
PPM P2KP, 1/19/2017 7:57:05 AM
Kepada Yth,
Rekan Malkan Iskandar
Di tempat

Terima kasih telah menggunakan pengaduan on-line, berikut ini tanggapan dari OSP 6 Provinsi Kalimantan Timur atas pengaduan anda:

Perlu kami jelaskan sekali lagi bahwa keberadaan kita semua di Program KOTAKU berdasarkan kontrak kerja, dengan tugas dan tanggung jawab yang jelas, dimana kontrak kerja semua personil berakhir tanggal 31 Desember 2016. Adalah tanggungjawab Tim OSP dan Tim Korkot untuk melakukan evaluasi kinerja terhadap personil di bawahnya.
Beberapa catatan terhadap kinerja pengadu selama menjadi Askot Mandiri Kabupaten Malinau adalah :
1. Kode Etik
Pengadu ada kegiatan lain di konsultan perencana di Kabupaten Malinau, dan secara kode etik Program KOTAKU pelaku pendamping tidak diperbolehkan double job. Hal ini sudah disampaikan beberapa kali kepada pengadu.
2. Kinerja
- Selama menjadi Askot Mandiri Kabupaten Malinau (mulai Bulan November 2015 Desember 2016), pengadu belum bisa memfasilitasi terselenggaranya kegiatan sosialisasi/lokakarya dan workshop di tingkat kabupaten (baik yang bersumber dari dana manajemen maupun dana APBD), sementara seluruh kabupaten/kota yang lain di wilayah dampingan OSP 6 Kaltim-Kaltara bisa menyelenggarakannya.
- Sampai batas waktu tanggal 31 Desember 2016, pengadu tidak bisa menyediakan data baseline by name by address sehingga sampai saat ini Kabupaten Malinau belum ada backup data baseline by name by address.
- Pengiriman QS basis android untuk Kabupaten Malinau juga terlambat.
- Pengiriman laporan selalu terlambat, terutama laporan BOP.
3. Attitude
- Selama belum gajian karena terlambat, pengadu tidak mau mengirimkan data ataupun laporan, walaupun sudah dijelaskan bahwa keterlambatan gaji bukan karena disengaja tetapi karena ada masalah administatif. Bahkan pengadu mengatakan bahwa KOTAKU adalah program tidak jelas. Seharusnya sebagai Askot Mandiri salah satu tugas pengadu memperkenalkan/ mensosialisasikan dan memasarkan Program KOTAKU ke berbagai pihak, bukan malah sebaliknya mengatakan seperti itu.
- Mempengaruhi personil yang lain agar tidak mengirimkan data/laporan sebelum gaji diterima.
- Dengan sengaja tidak mau menerima telepon dan tidak kooperatif.
- Sebagai Askot Mandiri pengadu seharusnya berkomunikasi dengan orang lain secara baik-baik, akan tetapi pengadu suka mencaci maki dengan kata-kata yang tidak senonoh kepada orang lain yang tidak sependapat dengan pengadu.
4. Komitmen
- Sebagai Askot Mandiri ketika diundang KBIK dan rakor Tim OSP dan Tim Korkot/Askot Mandiri di Samarinda tanggal 17 18 Maret 2016, pengadu tidak datang.
- Diundang kegiatan KBIK dan rakor Tim OSP dan Tim Korkot/Askot Mandiri tanggal 2 3 Desember 2016, pengadu juga tidak datang. (Untuk yang kedua ini, masih bisa diterima alasannya karena ada keluarga yang menikah dan pengadu mewakilkan SF nya). Yang menjadi catatan selama tahun 2016, dua kali diadakan KBIK dan rakor Askot Mandiri malinau tidak pernah ikut.
- Dalam komunikasi telepon, pengadu sempat menyatakan tidak enak dengan kondisi ini dan sempat menyatakan ingin mundur saja dari Askot Mandiri. Keinginan pengadu ini tidak langsung saya setujui, tetapi menjadi catatan tersendiri bagi saya sebagai Team Leader.

Dengan momen berakhirnya kontrak seluruh personil pendamping Program KOTAKU pada tanggal 31 Desember 2016, maka beberapa catatan tersebut di atas menjadi pertimbangan Tim OSP dan Tim Korkot untuk merekomendasikan personil yang dimobiliasasi periode 1 Januari 31 Maret 2017, dengan tugas dan tanggung jawab yang cukup berat dan waktu yang singkat, yaitu untuk mendampingi penyelesaian dokumen perencanaan kelurahan dan kabupaten/kota, penghitungan pengurangan kumuh kegiatan kolaborasi kota, penyelesaian LPJ tahun 2016, memastikan data terinput dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM), dan tugas yang lainnya berkaitan Program KOTAKU.

Melihat tugas dengan target yang berat tetapi waktu yang tersedia hanya sampai tanggal 31 Maret 2017, maka berdasarkan evaluasi kami bersama, pengadu tidak dimasukkan ke dalam Tim periode 1 Januari 31 Maret 2017, karena hasil kinerja sebagai Askot Mandiri Kabupaten Malinau selama 14 bulan tidak bisa maksimal.
Demikian tanggapan kami secara obyektif, mewakili Tim OSP dan Tim Korkot, sebagai pribadi saya tidak ada masalah dengan pengadu, dan pengadu juga pernah menyatakan sebagai seorang yang gentle dan saya juga masih menganggap pengadu orang yang gentle, maka berlakulah gentle. Kalaupun pengadu tidak masuk dalam komposisi periode 1 Januari - 31 Maret 2017, lebih baik pengadu introspeksi diri dan bila ada peluang silahkan mendaftar lagi untuk periode pasca 31 Maret 2017 dengan memperbaiki catatan tersebut di atas.

PPM Pusat mengucapkan terima kasih kepada Tim OSP 6 Provinsi Kalimantan Timur atas fasilitasi pengaduannya.

PPM Program KOTAKU



Pusat Informasi KOTAKU , Jl. Penjernihan 1, No. 19 F, Pejompongan -Jakarta Pusat 10210. Telp: (021) 70912271, (021)-70952271