Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Arsip Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaArsip WartaArsip BeritaMalut juga Pelsus Askot-Faskel dan FS
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Ternate, 22 Oktober 2012
Malut juga Pelsus Askot-Faskel dan FS

Oleh: 
Theresia Wulansari
TA Sosialisasi 
KMW/OC 09 Maluku Utara  
PNPM Mandiri Perkotaan

Setelah Sulawesi Utara, disusul Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara, Maluku Utara (Malut) juga menggelar Pelatihan Khusus (Pelsus). Pelsus yang dilaksanakan adalah Asisten Koordinator Kota (Askot) - Faskel Teknik, Askot - Faskel Ekonomi, Askot - Faskel Sosial dan Senior Fasilitator (SF) se-OC 9 PNPM Mandiri Perkotaan Provinsi Malut, di Hotel Ayu Lestari, Ternate, pada 19-21 Oktober 2012.

Hal ini disampaikan oleh Tenaga Ahli (TA) Sosialisasi OC 9 Provinsi Malut Theresia D. Wulansari kepada Redaksi, pada Jumat, 19 Oktober 2012, pagi. Menurutnya, Pelsus diikuti oleh 88 orang peserta, terdiri atas 62 laki-laki dan 26 perempuan. Semuanya adalah Askot, Faskel dan SF.

Pelsus Askot – Faskel Teknik, Sosial, Ekonomi dan SF PNPM Mandiri Perkotaan se-Maluku Utara dibuka oleh PPK Prov. Malut

Hadir dalam acara adalah Team Leader (TL), para TA OC 9 Malut, dan Koordinator Kota (Koorkot) se-Malut. Dalam hal ini, sebagai pemandu Pelsus adalah TL Malut Ilham Hamid, TA Kebijakan Publik (KP) Irsan Pontoh, TA Monev Syamsuddin Genda, Korkot Tidore Firman Salim, Askot CD Ternate Hamka Karapessina, TA Manajemen Keuangan Defri Supit, dan TA Infrastruktur Djunaidi Baharuddin.

Setelah PPK Provinsi Malut M. Arif membuka Pelsus secara resmi, peserta memasuki kelas masing-masing, yaitu Kelas Ekonomi, Kelas Sosial, Kelas Teknik dan Kelas SF. Hingga hari kedua, Theresia menilai, baik pemandu maupun peserta Pelsus Askot, Faskel dan SF tampak tetap semangat dan antusias.

Mengutip Kerangka Acuan Kegiatan (KAK), adapun tujuan pelatihan SF adalah menguatkan pemahaman peserta akan pentingnya pelembagaan siklus pembangunan partisipatif; Membangun keberpihakan pada warga miskin sebagai subjek pembangunan; Meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam membangun team work; Meningkatkan pemahaman dan kemampuan mengelola data/informasi berbasis SIM; Meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam mengelola PPM terutama menyelesaikan temuan-temuan dan membangun budaya zero tolerance corruption; Meningkatkan pemahaman dan kemampuan teknis penulisan; Memperkuat pemahaman dan kemampuan dalam membangun kemandirian BKM; Meningkatkan pemahaman mengembangkan forum BKM.

Keluaran yang diharapkan dari Pelsus SF: peserta mampu mendorong pelembagaan siklus di masyarakat; Peserta mempunyai keberpihakan pada warga miskin sebagai subjek pembangunan; Peserta mampu me-manage konflik yang terjadi di wilayah dampingannya; Peserta mampu mengelola data SIM dengan baik; Peserta mempunyai strategi untuk menyelesaikan temuan-temuan serta membangun budaya zero tolerance corruption; Peserta paham dan mampu melakukan penulisan dengan baik; Peserta mampu mengawal tim fasilitator dalam membangun kemandirian BKM; Peserta mampu mengembangkan forum BKM.

Peserta Pelsus Askot – Faskel Teknik, Sosial, Ekonomi dan SF PNPM Mandiri Perkotaan se-Maluku Utara tampak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya

Sementara itu, tujuan Pelsus Askot – Fasilitator Teknik: Fasilitator memahami kegiatan review Pemetaan Swadaya dan PJM Pronangkis Lingkungan; Fasilitator memahami konsep dan teknis pelaksanaan infrastruktur; Fasilitator memahami konsep, struktur, dan siklus PLPBK; Fasilitator mampu memetakan kondisi riil pelaksanaan kegiatan infrastruktur; Fasilitator mendapatkan pengetahuan tambahan dari pengalaman pengembangan kegiatan infrastruktur yang kreatif dan inovatif dan berkelanjutan; Fasilitator mampu merumuskan strategi penguatan kapasitas ; Fasilitator memahami dan mampu melaksanakan pengendalian terhadap kegiatan infrastruktur.

Keluaran yang diharapkan dari Pelsus Teknik ini adalah strategi pengendalian kegiatan infrastruktur, kebutuhan peningkatan kapasitas UPL dan keberlanjutan kegiatan UPL.

Sedangkan tujuan Pelsus Askot - Fasilitator Sosial adalah Fasilitator mampu mereview pelaksanaan kegiatan sosial; Fasilitator memahami konsep MDG’s dan mampu menganalisis PJM Pronangkis; Fasilitator mampu menganalisis sumber daya luar sebagai potensi keberlanjutan kegiatan sosial; Fasilitator mampu mengembangkan media warga; Fasilitator mampu merumuskan strategi pengendalian kegiatan sosial; Fasilitator mampu merumuskan strategi penguatan kapasitas UPS; Fasilitator mampu merumuskan strategi keberlanjutan kegiatan sosial; Fasilitator memahami tentang Jaminan Sosial.

Keluaran yang diharapkan berupa strategi pengendalian kegiatan sosial dan kebutuhan Peningkatan kapasitas UPS.

Ice breaking di Kelas Ekonomi

Adapun dalam KAK Pelsus MK, terdapat kapasitas khusus yang harus dimiliki peserta. Untuk Askot MK, kapasitas yang harus dimiliki adalah memahami kegiatan review PJM Pronangkis dan Pemetaan Swadaya; Memahami dan mampu mengelola pembukuan Sekretariat; Memahami dan mampu melakukan analisis pinjaman bergulir; Memahami dan mampu melakukan analisis dan memahami tatacara kinerja wilayah dampingan; Memahami dan mampu menyusun strategi Kemandirian dan Kemitraan UPK; Memahami dan mampu melakukan pengendalian berbasis hasil analisis.

Dengan demikian tujuan Pelsus Askot MK adalah menguatkan pemahaman peserta kegiatan review PJM Pronangkis dan Pemetaan Swadaya; Mendorong peserta mengendalikan pembukuan sekretariat; Menguatkan peserta untuk mampu melakukan analisis pinjaman bergulir; Menguatkan pemahaman peserta dan meningkatkan kemampuan menganalisis pengelolaan keuangan dan kinerja pembukuan Sekretariat, UPK, dan PLPBK; Memahami dan mampu menyusun Strategi Pengembangan UPK; Memahami dan mampu melakukan Pengendalian berbasis analisis kinerja.

Sedangkan kapasitas yang harus dimiliki Fasilitator Ekonomi peserta Pelsus ini adalah mampu mendampingi kegiatan review PJM Pronangkis dan Pemetaan Swadaya; Mampu memfasilitasi pelatihan UPK, Sekretariat BKM; Mampu melakukan analisis pinjaman bergulir; Mampu menyusun strategi Kemandirian dan Kemitraan UPK; Mampu melakukan pengendalian berbasis hasil analisis kinerja wilayah dampingan.

Tujuan umum Pelsus bagi Fasilitator Ekonomi adalah menguatkan pemahaman peserta dan mampu mendampingi kegiatan review PJM Pronangkis dan Pemetaan Swadaya; Menguatkan pemahaman dan kemampuan peserta memfasilitasi pelatihan/coaching UPK, Sekretariat; Menguatkan pemahaman dan meningkatkan kemampuan peserta menganalisis pinjaman bergulir; Menguatkan pemahaman dan meningkatkan kemampuan peserta memfasilitasi pengelolaan keuangan dan penilaian kinerja pembukuan Sekretariat, UPK, dan PLPBK; Memahami dan mampu menyusun Strategi Pengembangan UPK; Memahami dan mampu melakukan Pengendalian berbasis analisis kinerja wilayah dampingan; Memahami dan mampu pengembangkan ERT (Ekonomi Rumah Tangga), Kewirausahaan, KSM dan perencanaan usaha. [Malut]

Rincian KAK Pelsus Askot-Faskel dan SF:

  1. KAK Pelatihan Khusus Askot dan Faskel Teknik Maluku Utara 2012 
  2. KAK Pelatihan Khusus Askot dan Faskel Sosial Maluku Utara 2012  
  3. KAK Pelatihan Khusus Askot dan Faskel Ekonomi Maluku Utara 2012 
  4. KAK Pelatihan Khusus Senior Faskel Maluku Utara 2012 

Editor: Nina Firstavina

(dibaca 1821)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Berita | Arsip Berita | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 411, akses halaman: 442,
pengunjung online: 41, waktu akses: 0,015 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank