Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Arsip Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaArsip WartaArsip BeritaLivelihood, Tantangan Baru Pelaksanaan Program KOTAKU
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Jakarta, 20 Oktober 2017
Livelihood, Tantangan Baru Pelaksanaan Program KOTAKU

Oleh:
Untari
Subprof Capacity Building
KMW/OC 2 Provinsi Jambi
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)   

Tantangan baru yang harus dituntaskan oleh Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) adalah livelihood—sebuah program penghidupan berkelanjutan. Belum berhasilnya Program Business Development Center (BDC) sesuai target, tren kemacetan dana bergulir yang berdampak pada tingginya idle money, Program Peningkatan Penghidupan Masyarakat berbasis Komunitas (PPMK) yang disinyalir masih “tak lebih dari sekedar menambah modal” merupakan dosa bersama yang kita lakukan selaku pendamping masyarakat.

“Dalam pelaksanaan Program KOTAKU, tantangan utama adalah isu keberlanjutan. Bagaimana kehidupan ekonomi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tetap terbangun dan pendapatannya meningkat setelah infrastrukturnya diperbaiki. Oleh karena itu perlu membangun jaringan bagi MBR untuk dapat memaksimalkan aset-aset yang sudah ada, atau yang dikenal dengan istilah pentagonal asset, yang meliputi aset sumber daya manusia, sosial, keuangan, infrastruktur dan sumber daya alam,” ujar Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat (PKPBM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mita Dwi Aprini.

Hal itu diungkapkan Mita dalam Konsolidasi Pelatihan PPMK di Hotel Ibis Slipi, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Oktober 2017 kemarin. Lebih lanjut, dalam arahannya ia juga menegaskan, MBR harus mendapatkan manfaat maksimal dari Program KOTAKU. Oleh karena itu, sebagai pendamping atau fasilitator, harus bekerja keras dan cerdas guna mewujudkan MBR dengan penghidupan yang berkelanjutan.

Menurut Mita, Konsolidasi Pelatihan PPMK yang saat ini tengah berlangsung dilatarbelakangi oleh, antara lain, dua hal. Pertama, bahwa dana pengembangan kapasitas masyarakat untuk lokasi-lokasi prioritas yang belum mendapatkan PPMK telah cair ke masyarakat melalui rekening BKM sebesar Rp10 juta per desa/kelurahan, dan saat ini belum dimanfaatkan. Kedua, tantangan kehidupan keberlanjutan warga MBR harus dijawab secara terukur dan sistematis yang tertuang dalam dokumen perencanaan Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL).

Acara konsolidasi sendiri berlangsung sejak Rabu, 18 Oktober 2017, dan akan berakhir pada Minggu, 22 Oktober 2017. Konsolidasi diikuti oleh 31 peserta, terdiri atas Tenaga Ahli (TA) dan Sub Local Economic Development, TA dan Sub Capacity Building dari provinsi di wilayah 1—Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Daerah Khusus Ibukota, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara.

Materi yang menjadi pokok bahasan utama, antara lain, “Perencanaan dan Pengembangan Kegiatan Livelihood”. Pembahasan materi disampaikan dalam bentuk diskusi, paparan, serta simulasi penyusunan perencanaan usaha yang mengadopsi metode penyusunan memorandum program.

Sesuai jadwal, di akhir sesi pada Sabtu, 21 Oktober 2017, akan dilakukan praktik ke lapangan, guna meninjau KSM MBR di lokasi delineasi kumuh, yakni Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. [Jambi]

Editor: Nina Razad

(dibaca 2326)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Berita | Arsip Berita | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 2040, akses halaman: 2302,
pengunjung online: 50, waktu akses: 0,016 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank