Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Arsip Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaArsip WartaArsip BeritaKajian Data yang Tepat Hasilkan Kebutuhan dan Kegiatan Tepat Pula
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Jakarta, 20 Oktober 2017
Kajian Data yang Tepat Hasilkan Kebutuhan dan Kegiatan Tepat Pula

Oleh:
Andreas Heru Wibowo
Sub TA Training
KMP Wilayah I
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)  .

Kajian berbasis data yang tepat akan menghasilkan kebutuhan, program dan kegiatan yang tepat pula. Hal ini terungkap dalam kegiatan Konsolidasi Pelatihan Livelihood (PPMK) yang dilaksanakan di Hotel Ibis Slipi, Jakarta, hari ini, Jumat, 20 Oktober 2017. Di hari ke tiga ini peserta konsolidasi Pelatihan Livelihood (PPMK) menjalankan sesi simulasi kajian dan analisis.

Sebelumnya dilakukan simulasi pemetaan pentagonal aset skala Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dan skala kelurahan. Aset Sumber Daya Manusia, Sosial, Keuangan, Infrastruktur dan Sumber daya Alam dari KSM/MBR di lokasi delineasi kumuh dipetakan dari KSM dan anggotanya (MBR) untuk memperoleh data tingkat akses MBR tersebut.

Pada sesi tersebut disampaikan pendapat dari sejumlah peserta. Sebut saja TA CB KOTAKU Provinsi Sumatera Selatan Rahmat Gunarto yang menyampaikan melakukan kajian masalah dahulu, baru melihat data. Sebaliknya, TA FM KOTAKU Provinsi Jawa Barat Afif Gunawan menekankan agar berhati-hati jika sampai lepas dari data baseline. Hal senada disampaikan TA CB KOTAKU Provinsi DKI Jakarta Inayatullah Ayat. Ia mengatakan, jika dukungan data minim maka akan terjebak pada kajian imajiner.

Dalam hal ini ada dua hal penting yang diketahui: basis data yang benar (baseline), dan kajian yang tepat. Keduanya menjadi kunci dari perumusan kebutuhan yang tepat pula. Dan hal ini akan membantu masyarakat merumuskan program dan kegiatan yang bisa menyelesaikan masalah.

Sesi ditutup oleh pemandu, yakni TA MK KMP KOTAKU Wilayah 1 Ahmad Firdaus. Ia mengatakan, melalui kajian yang mengadopsi pola dari kegiatan memorandum program ini maka dapat diketahui masalah dan potensi usaha anggota KSM atau MBR, dilanjutkan dalam kajian tingkat kelurahan. Hasil dari kegiatan ini akan menjadi bahan kegiatan selanjutnya, yaitu penyusunan skenario program dan penyusunan rencana usaha skala kelurahan dan KSM/MBR, yang diharapkan terwujud dalam kegiatan spesifik, serta bisa menjawab masalah dan kebutuhan

Kegiatan simulasi ini akan dilanjutkan dengan kegiatan praktik lapangan FGD Pemetaan dan Kajian Pentagonal Aset, yang akan dilaksanakan di Kelurahan Pisangan Timur Jakarta Timur, pada Sabtu, 21 Oktober besok. [KMP-1]

Dokumentasi lainnya:

Editor: Nina Razad

(dibaca 1136)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Berita | Arsip Berita | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 373, akses halaman: 397,
pengunjung online: 38, waktu akses: 0,015 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank