Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Arsip Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaArsip WartaArsip BeritaMenata Kawasan Kumuh Menjadi Lokasi Destinasi Wisata
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Sabang, 22 November 2017
Menata Kawasan Kumuh Menjadi Lokasi Destinasi Wisata


Oleh:
Taufiq Qurrahman
Korkot Sabang
KMW/OC 1 Provinsi Aceh
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

Sebagai salah satu lokasi wisata yang ada di Indonesia, Sabang akan menjadi tuan rumah dari event besar di akhir tahun 2017, yakni “Sail Sabang 2017”. Gelaran ini akan dibuka Presiden RI Joko Widodo di Pelabuhan C3 BPKS mulai 28 November hingga 5 Desember. Event dilaksanakan di empat titik lokasi, yaitu Teluk Sabang, Sabang Fair, Gapang Resort, dan Titik 0 Km. Sedangkan puncak acara akan berlangsung di Pasiran, Teluk Sabang.

“Sail Sabang 2017” memberikan dampak luar biasa. Gelaran akbar ini berdampak pada pengurangan luasan kawasan kumuh di Kota Sabang yang kebetulan berada di Kuta Barat (Sabang Fair), dan Kuta Timu (Teluk Sabang). Kuta Barat dan Kuta Timu merupakan wilayah dampingan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Selama ini kedua wilayah tersebut terlihat kumuh akibat beberapa hal, di antaranya, terbatasnya ketersediaan air minum, buruknya sanitasi dan drainase dengan kondisi sendimentasi tinggi, jalan lingkungan rusak, dan masih sangat kurangnya tempat sampah. Adapun penyebab paling besar adalah sangat rendahnya kesadaran masyarakat akan pola hidup bersih dan sehat.

Semua kondisi buruk tersebut di atas diyakini akan menjadi lebih baik, terutama di bidang infrastruktur, karena menjelang gelaran akbar tersebut perbaikan infrastruktur terus dipersiapkan dengan menata kawasan-kawasan yang menjadi lokasi titik kegiatan. Ada beberapa pembenahan infrastruktur dilakukan, di antaranya perbaikan drainase yang dilengkapi dengan pedestrian, ruang terbuka publik juga dilengkapi dengan bangku taman, dan lain-lain.

Banyak harapan yang tersirat, bukan hanya dari para pendamping Program KOTAKU saja, tapi juga masyarakat Kota Sabang. Yaitu, terbenahinya infrastruktur akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara signifikan, terutama melalui kunjungan wisatawan. Karena Sabang memang salah satu wilayah destinasi wisata di Indonesia, khususnya untuk Provinsi Aceh.

Gelaran akbar ini juga sejalan dengan Program KOTAKU yang memiliki jargon “Berani Berubah”, didukung dengan platform kolaborasi yang mengintegrasikan berbagai sumber daya dan dana. Sumber pendanaan sendiri, selain pemerintah pusat, provinsi dan Kota Sabang, juga dari swasta, termasuk masyarakat sebagai penerima manfaat langsung. Kesemua itu memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh guna mendukung terwujudnya permukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan. [Aceh]

Dokumentasi lainnya:

Editor: Maya Keumala/Nina Razad 

(dibaca 655)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Berita | Arsip Berita | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 1947, akses halaman: 2312,
pengunjung online: 75, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank