Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaBeritaDi Zaman Now Kolaborasi Bukan Sekadar Wacana
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Jakarta, 7 Desember 2017
Di Zaman Now Kolaborasi Bukan Sekadar Wacana


Oleh:
Iroh Rohayati Fatah
TA Komunikasi Massa dan PR
KMP wilayah 2
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

Sekarang, kita sudah masuk dalam era now. Jadi, tinggalkan kebiasaan lama yang hanya berwacana. Kini saatnya lakukan pekerjaan yang memperhatikan proses, tapi juga tidak melupakan produk. Keduanya harus seimbang.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua Teman Serikat Kemitraan Habitat dan Co-Chair Filantropi Indonesia Erna Witoelar, dalam acara “Forum Group Discussion (FGD ) Marketplace for SDG#11: Filantropi Kluster Permukiman dan Perkotaan”, di Jakarta, kemarin, Rabu, 6 Desember 2017.

Erna, yang pernah menjadi Menteri Pekerjaan Umum (PU) di masa pemerintahan Presiden RI ke-5 Megawati ini, mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dalam hal ini Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, yang menurutnya sangat partisipatif, melibatkan perempuan dan kooperatif, serta  memiliki inisiatif untuk bekerja sama dengan filantropi Indonesia.

Acara “FGD  Marketplace for SDG#11” Filantropi Kluster Permukiman dan Perkotaan ini dihadiri kurang lebih 18 personel dari Filantropi Indonesia, staf di lingkungan Ditjen Cipta Karya dan Tim Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), dengan tujuan untuk melakukan “perjodohan” atau kolaborasi. Dengan “perjodohan” ini, harap Erna Witoelar, terjadi kecocokan dan “perkawinan”. Ia juga berharap, di lokasi-lokasi KOTAKU ini bisa dilakukan kerja sama dengan Filantropi Indonesia.

FGD diawali dengan presentasi “Peluang Lembaga Filantropi dan Swasta dalam Penataan Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan” yang disampaiakn oleh PMU KOTAKU Didiet Arief Akhdiat, Kasubdit Permukiman Kawasan Perkotaan Boby Ali Azhari, dan Kasatker Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat (PKPBM) Mita Dwi Aprini (lihat lampiran di bawah). [KMP-2]

Lampiran Presentasi:

Dokumentasi lainnya:

Editor: Nina Razad

(dibaca 526)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Berita | Arsip Berita | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 2289, akses halaman: 2723,
pengunjung online: 82, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank