Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaArtikelAceh Harapkan Kegiatan 2018 Lebih Perhatikan Mitigasi Bencana
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Banda Aceh, 8 Desember 2017
Aceh Harapkan Kegiatan 2018 Lebih Perhatikan Mitigasi Bencana


Oleh:
T. Davis F. Hamid, ST,MT.
Kasatker Pengembangan Kawasan Permukiman
Provinsi Aceh

Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Aceh menggelar Lokakarya Perencanaan dan Evaluasi III Tahun 2017 untuk Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Hotel Seventeen, Kota Banda Aceh, pada 5-6 Desember 2017. Kegiatan yang dibuka oleh Kasatker PKP Aceh T. Davis F. Hamid ini dihadiri oleh Team Leader OC 1 KOTAKU Provinsi Aceh, para Tenaga Ahli OC 1 KOTAKU Provinsi Aceh, Koordinator Kota dan Askot Mandiri dari 12 kabupaten/kota dampingan Program KOTAKU.

Tujuan kegiatan ini adalah melakukan verifikasi akhir data baseline yang sesuai dengan Permen PUPR No. 2 tahun 2016, terdiri atas F2 & R0, serta kesesuaian data dengan memorandum program yang sudah dilaksanakan di masing-masing kabupaten/kota. Terutama untuk wilayah kabupaten/kota yang mempunyai kegiatan skala kota. Khususnya wilayah prioritas, di antaranya Banda Aceh, Kabupaten Pidie, Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, Aceh Tamiang, dan Kota Subulussalam, yang nantinya akan masuk pada fase pelelangan di bulan Maret 2018.

Tahun 2017 merupakan tahun pembelajaran bagi Program KOTAKU, karena merupakan tahun pertama pelaksanaan program dengan menggunakan dana Bantuan Dana Investasi (BDI), yang dilaksanakan oleh masyarakat. Harapannya, walau mengedepankan pemberdayaan, tetap bisa sesuai berjalan, baik dari sisi volume maupun kualitas dan bisa selesai pada akhir Desember 2017. Terkait hal tersebut, butuh kerja sama untuk sama-sama mengawal dan mengawasi baik di tingkat kabupaten/kota yang dikawal langsung oleh Satker dan PPK PIP hingga pembinaan, yang merupakan tanggung jawab Satker PKP Aceh. Sampai di lapangan, kita memiliki para personel yang terus melakukan pendampingan.

Kita berharap di tahun 2018, kegiatan pemberdayaan akan mendapat porsi lebih besar. Sehingga, program yang sifatnya pemberdayaan terutama kegiatan yang di bawah Bangkim bisa mendapatkan alokasi yang lebih besar, tentunya dengan tantangan kerja yang lebih besar. Artinya semua itu akan berpengaruh pada kemampuan kinerja semua personel yang ada di lapangan nantinya bisa lebih siap, karena sudah melewati banyak pembelajaran di tahun 2017 ini.

Kondisi Aceh saat ini sedang dilanda bencana di mana-mana. Untuk itu, hendaknya pendampingan di tahun 2018 bisa lebih tepat sasaran, tepat lokasi, dan yang paling utama bisa lebih memerhatikan kegiatan ke arah mitigasi bencana. Sehingga, ke depan tidak lagi membangun hanya atas dasar keindahan. Warna-warni tapi tidak sesuai dengan kebutuhan permasalahan di lapangan. Karena, kumuh yang ditargetkan menjadi 0% di tahun 2019 tidak akan tercapai apabila pembangunan infrastruktur tidak bisa menyelesaiakan segala permasalahan yang ada. [PL-Aceh]

Dokumentasi lainnya:

Editor: Maya Keumala/Nina Razad

(dibaca 663)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Artikel | Arsip Artikel | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 2291, akses halaman: 2726,
pengunjung online: 84, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank