Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaCeritaWakil Gubernur Apresiasi Pelaksanaan Kegiatan Kotaku
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Kuningan, 11 Desember 2017
Wakil Gubernur Apresiasi Pelaksanaan Kegiatan Kotaku


Oleh:
Kamaruddin Andi Jemang
Team Leader
OC 4 Provinsi Jawa Barat
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

Kamis, 7 Januari 2017 menjadi hari yang spesial bagi masyarakat Gang Citamba RT 04 RW 01, Lingkungan Manis Kelurahan Purnawinangun, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Dalam rangka menutup rangkaian pelaksanaan kegiatan pemanfaatan dana BDI PLPBK Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di kawasan tersebut, masyarakat menerima tamu rombongan Wakil Gubernur Jawa Barat dan Bupati Kuningan guna meresmikan kegiatan yang terkonsentrasi dalam satu kawasan tersebut.

Acara peresmian dimaksud seolah-olah ingin menegaskan hasil kerja masyarakat dan BKM Kelurahan Purnawinangun yang berhasil menyulap kawasan seluas 2 Ha, yang awalnya terdelineasi kumuh, menjadi lingkungan permukiman yang bersih dan tertata rapi. Bagi pelaku KOTAKU, kegiatan penataan kawasan di kampung tersebut, menjadi sangat positif oleh karena kegiatan pembiayaannya tidak hanya bersumber dari Bantuan Dana Investasi (BDI) KOTAKU, akan tetapi berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten melalui dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (DPRPP) dan Dinas Lingkungan Hidup. Selain itu di kawasan dimaksud juga terdapat pembiayaan yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui pembangunan sarana jalan lingkungan. BDI KOTAKU dialokasikan untuk kegiatan perbaikan jalan dan drainase, DPRPP menangani perbaikan perumahan serta alokasi pemeliharaannya sedangkan Dinas Lingkungan Hidup menangani masalah persampahannya.

Bupati Kuningan dalam sambutanya menyampaikan bahwa Program KOTAKU sangat selaras dengan visi Kabupaten Kuningan tentang penciptaan lingkungan permukiman yang bersih dan sehat dengan tetap mempertahankan kearifan lokal seperti salah satunya dengan melestarikan bangunan-bangunan lama dan klasik. Menangani kawasan kumuh menurut beliau tidak melulu harus meremajakan lingkungan permukiman tetapi yang lebih penting adalah dengan menciptakan kawasan yang bersih dan teratur.

Pemerintah Kabupaten Kuningan siap berkolaborasi dengan Program KOTAKU untuk menghilangkan kawasan-kawasan kumuh di Kabupaten Kuningan yang sesuai SK seluas 167,07 Ha. Untuk saat ini Pemerintah Kabupaten Kuningan akan konsentrasi dalam penataan perumahan sehingga pada waktunya tidak ada lagi rumah tidak layak huni di Kabupaten Kuningan. “Rumah tidak harus bagus akan tetapi wajib memenuhi standar layak huni,” tegas Bupati Kuningan dalam acara.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sangat mengapresiasi hasil pelaksanaan kegiatan KOTAKU di Lingkungan Manis, Kelurahan Purnawinangun tersebut. Wakil gubernur yang meresmikan semua kegiatan BDI Tahap-1 bersama bupati, sebelumnya menyempatkan diri untuk mengunjungi dan mengelilingi semua lokasi kegiatan. Dalam sambutannya, wakil gubernur menyampaikan penghargaan kepada BKM dan masyarakat yang berhasil menata kawasan, yang awalnya kumuh menjadi bersih dan asri. Melihat foto sebelum adanya intervensi maka terlihat perbedaan yang sangat menyolok setelah masyarakat membenahi dan menata kampungnya sendiri.

Lebih lanjut wakil gubernur menegaskan bahwa dalam penataan kawasan kumuh sangat penting untuk melibatkan warga dalam semua proses yang dilaksanakan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan maupun pemeliharaannya. Warga harus bisa merawat lingkungannya dan sedapat mungkin bisa lebih produktif. Kegiatan pemeliharaan menjadi tanggung jawab penuh oleh warga setempat karena tidak mungkin bupati atau pemerintah provinsi setiap saat dapat berkunjung ke kawasan ini. Jangan sampai hasil kegiatan yang sudah sangat baik ini, jika dikunjungi oleh bupati dalam 1-2 tahun ke depan kembali menjadi tidak terawat dan kumuh.

“Penataan kawasan kumuh di Lingkungan Manis sedapat mungkin bisa ditularkan dan direplikasi oleh kawasan-kawasan kumuh lainnya di Kuningan atau bahkan Jawa Barat,” kata Deddy Mizwar. Kawasan ini menjadi model penataan kumuh bagi lokasi yang belum diintervensi Program KOTAKU. Camat dan lurah yang di wilayahnya memiliki kawasan kumuh diminta untuk melakukan studi banding ke Kelurahan Purnawinangun.

Kita memiliki luasan kumuh yang tidak sedikit sehingga dibutuhkan penanganan seperti di tempat ini. Model penanganan seperti di Purnawinangun ini sangat layak untuk dicontoh terutama karena pelibatan masyarakat yang baik. “Kami mengapresiasi lahirnya swadaya warga sejumlah Rp80 juta. Menurut kami ini bukan angka sedikit jika dibandingkan dengan total kebutuhan pendanaan yang ada di kawasan ini,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kegiatan KOTAKU ini adalah program yang sangat penting dan strategis. Berdasar hasil penelitian, sekitar 40-45 persen penyakit timbul oleh karena lingkungan permukiman yang tidak sehat dan merupakan penyumbang terbesar dari faktor timbulnya penyakit. Jika masyarakat menata lingkungannya dengan baik maka sesungguhnya bapak/ibu telah berkonstribusi dalam mengurangi munculnya penyakit. “Di lingkungan yang bersih seperti ini saya yakin tidak akan banyak penyakit yang muncul, karena itu saya tidak ragu untuk mencicipi produk-produk KSM yang bapak/ibu tawarkan. Saya makan aja oncom, jombro, sate lontong dan lain-lain karena saya yakin itu bersih,” dituturkan Wakil Gubernur Deddy Mizwar.

Mengakhiri sambutannya wakil gubernur juga mengapresiasi keterlibatan ibu-ibu perempuan di Kelurahan Purnawinangun. Seolah-olah ingin memberi penghargaan khusus kepada Koordinator BKM yang seorang perempuan, Deddy Mizwar kemudian menyampaikan puisi yang berjudul “Cuma Emak yang Tahu”.

“Sampaikan salam hormat saya kepada ibu-ibu semuanya dan bapak-bapaknya juga yang telah memberi kesempatan kepada ibu-ibu untuk ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Terima kasih juga kepada pemerintah daerah dalam mendukung Program KOTAKU. Semoga kita bisa mewujudkan sedikit demi sedikit kota-kota kumuh menjadi kota tanpa kumuh di seluruh daerah di Provinsi Jawa Barat,” tandasnya. [Jabar]

Dokumentasi lainnya:

Editor: Nina Razad

(dibaca 716)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Cerita | Arsip Cerita | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 494, akses halaman: 559,
pengunjung online: 33, waktu akses: 0,016 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank