Pemkab Apresiasi Pembangunan Rumah Produksi Buah Keranji

Berita Bangka Belitung Bangka Barat BPM PPMK Comments (1) View (387)

Semua mata tertuju ke Desa Air Putih, seiring langkah tegap Bupati Kabupaten Bangka Barat Markus yang hadir di lokasi Kegiatan BPM PPMK Program Kotaku yang akan dibangun. Sebelum melakukan peletakan batu pertama, Rabu (5/8), dalam sambutannya Markus menyatakan apresiasi dan dukungannya atas pembangunan rumah produksi dan pemasaran buah keranji di Desa air Putih. Dia merasa yakin, nantinya Desa Air Putih akan maju. Karena di wilayah ini juga, tepatnya di Kampung Tanjung Ular, akan dibangun pelabuhan barang yang pastinya mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar, termasuk masyarakat Desa air Putih.

Terkenal sebagai penghasil buah keranji, Desa Air Putih, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat adalah satu dari tiga kelurahan atau desa yang mendapat alokasi dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Peningkatan Penghidupan Masyarakat berbasis Komunitas (PPMK) Program kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dengan memanfaatkan dana BPM PPMK Tahun Anggaran 2020 Program Kotaku, di Desa Air Putih rencananya akan dibangun rumah produksi pengolahan buah keranji, galeri pemasaran lengkap dengan infrastruktur penunjang lain seperti jalan ber-paving block serta drainase. Proses perencanaan kegiatannya pun melibatkan Pokja PKP dan semua pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat.

Kegiatan BPM PPMK di Desa Air Putih mulai menggeliat dengan ditandai peletakan batu pertama pembangunan rumah produksi dan rumah pemasaran buah keranji dan olahannya. Dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan sendok semen di tangan, Markus memancarkan senyum sumringahnya dari balik masker saat mengawali proses peletakan batu pertama. Aksi itu diikuti Kepala Desa Air Putih Ayun Permana, Camat Muntok Sukadi, dan Perwakilan dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dermawanto.

Seperti yang diketahui, BPM PPMK sebagai kegiatan infrastruktur yang mendukung terhadap kegiatan produktif masyarakat melalui pendekatan lima aset sumber penghidupan masyarakat (livelihood asset). Yaitu, Sumber Daya Manusia (Human Capital), Sumber Daya Sosial (Social Capital), Sumber Daya Alam (Natural Capital), Sumber Daya Fisik (Physical Capital), dan Sumber Daya Keuangan (Financial Capital).[Babel]


Penulis: Nurachmi Ayu Susanti, Tenaga Ahli Komunikasi OC-04
Program Kotaku Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Editor : Epn

1 Komentar


  1. Posted by ZULHAN | Aug 31, 2020

    Mantap Babel... Salam dari KOTAKU Padangsidimpuan Sumut