Beranda Warta Berita Lokasi Non-BPM: Bukan Anak Tiri!

Lokasi Non-BPM: Bukan Anak Tiri!

Berita Nusa Tenggara Timur Kupang Webinar BKM RPLP Comments (0) View (324)

Tahun 2020 ada Sembilan kota/ kabupaten dari 10 wilayah dampingan Program Kota Tanpa Kumuh ( KOTAKU ) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang tidak mendapatkan dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat ( BPM ), walau begitu hal ini tidak boleh menyurutkan semangat para fasilitator dalam melakukan pendampingan penanganan kumuh.

Lokasi Non BPM, bukan anak tiri justru teman-teman fasilitator yang mendampingi di lokasi inilah sudah menjadi manusia super karena sudah melakukan pendampingan yang luar biasa, demikian yang disampaikan TA Pelatihan KMP Iman Imanudin saat membuka pelatihan lokasi Non BPM pada hari kedua, beberapa waktu silam.

Jangan juga menjadi pesimis karena tidak mendapatkan BPM, karena sesugguhnya cerita sukses dan maju, biasanya datang dari lokasi Non BPM, tambahnya. Selanjutnya Imanudin memberi contoh Desa Ponggok Klaten menjadi sangat terkenal dengan memanfaatkan potensi sumber air, desa wisata ini bahkan sudah mendunia dengan Pendapatan Asli Daerah yang tembus miliaran rupiah. Cerita lain juga datang dari Desa wisata Tukad Bindu yang mengubah aliran sungai atau kali jadi alternatif destinasi wisata baru di Bali.

Keberhasilan itu tidak lepas dari semangat dan motivasi membangun kolaborasi untuk lingkungan yang bebas kumuh, yang tidak saja membanggakan Indonesia tapi juga masyarakatnya. Menutup arahannya, Imanudin mengajak para korkot, askot dan fasilitator di lokasi non BPM untuk bersama mencari Best Practice di wilayahnya masing-masing. Salah satu contoh dan sudah sangat terkenal di internet adalah Kampung Praijing di Desa Tebara, Kabupaten Sumba Barat yang merupakan daerah pendampingan KOTAKU yang sudah di tata baik, tanpa menghilangkan unsur kearifan lokal di sana.

“Mari kita cari lokasi yang bisa dibanggakan, carilah desa Praijing -Praijing lain untuk dikembangkan dengan tetap mempertahankan kearifan lokal “, katanya. Provinsi NTT sudah kaya akan budaya dan pemandangan alam yang sangat bagus, ini sudah menjadi modal awal dengan daya tawar yang tinggi sebagai destinasi wisata baru, sehingga perlu ada inovasi dalam pengembangannnya dengan berkolaborasi memanfaatkan potensi lokal, tutupnya.

Menutup pelatihan hari kedua, Sub Pelatihan KMP Muh Irfan Kembali menegaskan pendampingan di lokasi non BPM juga harus memiliki output kegiatan yang jelas. Hal ini karena pendampingan yang telah dilakukan teralu fokus pada data kolaborasi tapi melupakan RPLP yang sebenarnya menjadi kunci kemudahan dalam menjalin kolaborasi ke depan.

Secara terpisah, dalam sambutannya pada hari pertama. Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah NTT, Herman Tobo memotivasi peserta pelatihan dalam melakukan pendampingan di masyarakat. Percaya diri saat melakukan sosialisasi dan tanggung jawab dalam melakukan pendampingan di masyarakat adalah kunci yang dimiliki seorang pendamping.

Herman juga berharap pelatihan dapat memberikan output berupa ketrampilan peserta dalam membangun kolaborasi dan memberikan penguatan kelembagaan baik itu BKM maupun KPP dalam mewujudkan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan.[NTT]


Penulis: Astrid Tehang, Sub Komunikasi OSP 5
Program Kotaku Provinsi Nusa Tenggara Timur

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.