Beranda Warta Berita BPM Reguler Kotaku di Gorontalo Beri Dampak Signifikan

BPM Reguler Kotaku di Gorontalo Beri Dampak Signifikan

Berita Gorontalo BPM 2021 Leato Utara Tamendao Skala Lingkungan Kotaku Comments (0) View (200)

Luasan permukiman kumuh yang ada di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, berdasarkan pendataan Baseline Tahun 2020 dan SK Wali Kota seluas 14,73 Ha. Pada 2021 Kelurahan Leato Utara mendapatkan Bantuan Pemerintah Untuk Masyarakat (BPM) sebesar Rp 1 miliar. Dana BPM tersebut dikelola oleh BKM Mutiara Laut dan Lurah Leato Utara dengan membangun beberapa infrastruktur dasar dalam upaya menghilangkan kekumuhan yang ada di Kelurahan Leato Utara.

Kegiatan yang didanai berdasarkan skala prioritas RPLP, di antaranya, 96 meter jalan paving blok dengan dana Rp 102.279.000, 136 meter jalan paving dengan dana Rp 143.672.000, 77 meter drainase lingkungan dengan dana Rp 46.559.000, 105 meter jalan beton dengan dana sebesar Rp 71.628.000, 18 meter jalan beton dengan dana Rp 6.977.000, 1 unit septictank komunal dengan dana Rp 34.335.000, 231 meter jalan beton dengan dana Rp 280.969.000, 96 meter jalan beton dengan dana Rp 44.937.000, 79 meter jalan beton dengan dana Rp 60.131.000, 108 meter drainase lingkungan dengan dana Rp 135.067.000, 140 meter jalan beton dengan dana Rp 48.217.000 dan 35 meter pembangunan drainase lingkungan dengan jumlah penggunaan dana sebesar Rp 20.229.000.

BPM Reguler Kotaku di Gorontalo Beri Dampak SignifikanKegiatan pembangunan infrastruktur melalui Bantuan Pemerintah Untuk Masyarakat (BPM) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2021 untuk Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo diresmikan oleh Wakil Ketua DPR-RI Rachmat Gobel pada Jumat 24 Desember 2021, dihadiri Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan Kono, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Gorontalo, Kadis Perkim Kota Gorontalo dan para jajaran OPD-terkait Camat, Lurah, BKM Mutiara laut, KSM, masyarakat penerima manfaat, serta Tim OSP-8 Program Kotaku Provinsi Gorontalo, Tim Korkot, Askot dan Tim Fasilitator.

Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan Kono mengatakan, pada 2021 Kota Gorontalo masih tetap mendapatkan BPM Kotaku, baik dalam bentuk padat karya tunai (PKT) atau cash for work (CFW), maupun BPM Reguler yang akan diresmikan pemeliharaan dan pemanfaatannya. Ini benar-benar membantu masyarakat setempat dalam hal memenuhi sarana dan prasarana permukiman, sekaligus meningkatakan daya tarik lingkungan permukiman masyarakat. Nantinya ini diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menambah kualitas kehidupan masyarakat sekitarnya.

Setelah dilakukan penataan skala lingkungan di lokasi Tamendao Beach, Kelurahan Leato Utara, pesisir pantai tersebut menjadi indah, rapi, bersih dan asri. Dampak positif ini, membawa pengaruh terhadap aktivitas masyarakat sekitar Tamendao Beach, yang mempunyai lahan/tempat di sekitar untuk membuka warung, kios, dilengkapi fasilitas beristirahat sambil menikmati jajanan makanan yang ada. Kondisi ini membuat masyarakat sekitar Tamendao Beach lebih kreatif membuka usaha warung dan lainnya, untuk menambah pundi-pundi penghasilan setiap harinya. Masyarakat merasa gembira dan berterima kasih kepada pemerintah melalui Program Kotaku.

Menurut Wakil Wali Kota Gorontalo, dua tahun terakhir memang dirasakan berat di sisi keuangan, akibat pendanaan melalui penanganan Covid-19. Ryan berharap pemerintah dapat terus mendukung keberlanjutan Program Kotaku di tahun-tahun mendatang, sekaligus memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat Kota Gorontalo, khususnya terkait pemenuhan penataan perumahan dan permukiman, baik skala lingkungan maupun kawasan, untuk menuju kota yang layak huni berkelanjutan.

Di kesempatan yang sama Wakil Ketua DPR-RI Rachmat Gobel mengapresiasi kegiatan Program Kotaku yang telah menjadikan kawasan kumuh menjadi kawasan yang tertata dengan rapi. Ia berpesan, apa yang telah dibangun melalui Program Kotaku agar tetap dipelihara, sehingga pemanfaatannya dapat bertahan lama. Dilakukan pembersihan secara rutin sehingga kebersihan dan keasriannya tetap terpelihara dengan baik. Ini mengingat lokasi pantai di Kelurahan Leato utara ini tidak saja menjadi tujuan wisata warga masyarakat Gorontalo, wisatawan luar Gorontalo pun mengunjungi tempat ini. Dampak positifnya, akan mengangkat kesejahteraan warga masyarakat Kelurahan Leato Utara pada khususnya, dan masyarakat Gorontalo para umumnya. [Gorontalo]

Dokumentasi lainnya:

    

Penulis: Mustar Musyahri Sub. Prof. Komunikasi OSP-8 Provinsi Gorontalo

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.