Beranda KM KM01 Skala Kawasan Melanglang ke Pemalang

Melanglang ke Pemalang

Kotaku Berita Jawa Tengah Pemalang Skala Kawasan DFAT SPALDT Sanitasi Air Minum Gumelem Comments (0) View (338)

Kegiatan NSUP-Program Kotaku skala kawasan dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Integrasi terlaksana dengan baik di Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Demikian disampaikan Wakil Kepala Project Management Unit (PMU) NSUP-CERC Astriana Hardjanti saat mendampingi Tim Misi Dukungan Teknis Implementasi Program Kotaku berkunjung lokasi kegiatan DAK Integrasi di Kelurahan Widuri dan skala kawasan Gumelem di Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang, pada Rabu (8/6).

Meski demikian, terdapat hal-hal yang masih menjadi perhatian, seperti menyepakati aturan bersama, semisal membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan secara rutin, dan lain-lain. Diharapkan pula penguatan kepada kelompok pemanfaat dan pemelihara (KPP) prasarana dan sarana umum (PSU) melalui pelatihan dan pendanaan. Selain itu, perlu dikembangkan livelihood masyarakat dengan mengoptimalkan potensi yang ada, seperti pusat jajan serba ada (Pujasera) di lahan yang tersedia, sekaligus meningkatkan kualitas rumahnya, seperti plesteran dinding, plafon, dan lain-lain.

Pendapat serupa disampaikan pula oleh Task Team Leader Bank Dunia untuk Indonesia Evi Hermirasari. Skala kawasan Gumelem menjadi contoh penanganan kumuh tuntas di wilayah terkumuh di Kabupaten Pemalang. Apalagi masyarakat sudah lebih memelihara perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan hasil kegiatan mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat setempat. 

Ternyata kuncinya adalah kerja bareng seluruh pihak dalam menggalang beragam kegiatan kolaborasi, termasuk peran kelembagaan (LKM) yang menjadi ujung tombak di masyarakat. Instrumen kolaborasi juga dinilai sudah dimanfaatkan dengan baik. Untuk kelembagaan, ada Pokja PKP dan LKM/BKM; untuk perencanaan sudah ada RP2KP dan RPLP; sedangkan untuk bantuan teknis sudah ada tim pendamping tingkat kota dan kelurahan. Kombinasi pelaksanaan dana DAK oleh kontraktor dan LKM memudahkan manajemen konstruksi. Lebih lanjut, pengelolaan kawasan untuk ruang terbuka publik sudah dilakukan tapi perlu ditingkatkan, sehingga terjaga semua kebersihan, penghijauan, pemeliharaan fasilitas dan taman. 

Salah satu hal baik yang dilakukan di Kawasan Gumelem adalah pengelolaan sanitasi, antara lain pemilahan sampah organik dan anorganik. Kelompok pemanfaat dan pemelihara (KPP) juga menggali pengetahuan dalam pengelolaan Sistem Pengelolaan Air limbah Domestik Terpusat (SPALD-T). Untuk sistem air minum (SAM), selain dengan sumur gali dan PDAM, seluruh rumah sudah mendapat SAM perpipaan dengan iuran yang lebih rendah dari PDAM. Infrastruktur yang terbangun sudah menerapkan aksesabilitas universal dengan guiding block di trotoar.

Mengenai hal pembukuan dan dokumen pendukung BKM dan KSM dinilai sudah cukup lengkap dan baik. Pengukuran kinerja keuangan sudah sesuai dengan kondisi aktual, serta pelaporan keuangan DAK Integrasi untuk kegiatan swakelola masyarakat senilai sekitar IDR 4.4 miliar sudah dilakukan cukup baik. [Jateng/Redaksi]

0 Komentar

Yang terkait