Barrang Lompo, dari Kumuh Jadi Tangguh

Cerita Sulawesi Selatan Kotaku Makassar DFAT SWRO Arsinum TPS3R Posko Bencana Comments (0) View (229)

Kelurahan Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar dikenal sebagai lokasi kumuh di pesisir pantai. Warga di kelurahan ini kesulitan mendapatkan air bersih, karena air di lokasi berkualitas payau. Ketika Program Kotaku mengintervensi kelurahan ini dengan kegiatan DFAT, masyarakat memprioritaskan untuk membangun "air siap minum" (Arsinum)  yang menggunakan sistem Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Arsinum ini menggunakan lima kali penyaringan. Kualitas air yang dihasilkan sudah diuji oleh laboratorium dan diperiksa secara berkala oleh Puskesmas setempat. 

Perlengkapan Arsinum ini membutuhkan pemeliharaan secara rutin dan pembiayaan yang memadai. Untuk mengelolanya, telah dibentuk kelompok pemanfaat dan pemelihara (KPP) yang telah berjalan dengan baik dan telah ada aturan bersama terkait penggunaan Arsinum yang ditempel di lokasi. Dalam membiayai kegiatan, Arsinum dijual kepada masyarakat dengan harga Rp 10.000 per 3 galon. Sedangkan kepada nelayan, air dijual seharga Rp 200.000 (untuk 12 drum) per kapal, bonus 1 galon air minum. Namun, untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), air digratiskan. 

Tidak hanya itu, di Barrang Lompo juga terdapat posko siaga bencana berkolaborasi dengan kelurahan, sekaligus sebagai Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ada pula pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS-3R) dengan jumlah pengelola dan tenaga kebersihan sebanyak 15 orang, terdiri atas 8 perempuan dan 7 laki-laki. Tim pengelola yang digaji oleh Pemda ini bertugas memilah, membersihkan, menyapu jalan, mengambil dan mengangkut sampah dari rumah warga. [Redaksi]

0 Komentar