Beranda Warta Cerita Kotaku-DFAT Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Tammua

Kotaku-DFAT Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Tammua

Cerita Sulawesi Selatan Makassar DFAT Kotaku Watsan IPAL Komunal Comments (0) View (272)

Kegiatan Kotaku-DFAT meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Beberapa pekerjaan infrastruktur yang direalisasikan di lokasi ini, antara lain, IPAL komunal dengan sistem biofil, jalan paving dengan ubin pemandu untuk warga disabilitas, rehabilitasi saluran drainase lingkungan, serta papan signage evakuasi.

Inovasi yang dikembangkan di Kelurahan Tammua ini, di antaranya, penerapan akses universal, seperti pemasangan ubin pemandu yang menerus di jalan lingkungan. Terpasang juga penanda arah, informasi titik kumpul dan jalur evakuasi. Ada ruang gerak yang memenuhi standar di sekitar/dalam fasilitas yang terbangun, serta kelengkapan fasilitas yang aksesibel (seperti: pegangan tangan, dan sebagainya). Begitu pula untuk air minum, terdapat inovasi teknologi pengolahan Air Siap Minum (Arsinum) dengan sistem reverse osmosis (RO). 

Selain itu, terdapat IPAL dengan sistem penyaringan (tabung FRP pabrikan) yang mampu mengolah air limbah (grey water) yang dibuang ke saluran drainase. Air hasil olahan (efluen) itu dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Setiap unit IPAL rata-rata melayani 4-5 KK. Lokasi IPAL ini berada di jalan lingkungan dan di lahan Posyandu. 

Jalan paving dengan ubin pemandu dilengkapi dengan penanaman bunga oleh warga halaman rumah, sehingga lingkungan terlihat lebih hijau dan asri. Di sisi lain, rehabilitasi dimensi saluran drainase (dengan tutup) terkoneksi dengan sistem drainase sekunder dan primer, sehingga mampu mengurangi permasalahan banjir yang sering terjadi di Tammua. Perubahan wajah di lingkungan Tammua semakin nyata dengan adanya vertical garden di lokasi RW 06, dilengkapi dengan informasi jalur evakuasi dan titik kumpul di RW 06. Ada media sosialisasi untuk masyarakat mengenai aksesibilitas universal--informasi jalur pemandu.

Di permukiman juga tersedia fasilitas pendukung untuk penanganan risiko bencana kebakaran dengan dipasanganya 4 unit pilar hidran di titik-titik lokasi rawan kebakaran di RW 02. Sumber air untuk hidran diambil dari bak pembagi. Dan terdapat APAR seperti pasir untuk antisipasi kebakaran.

Lingkungan Lebih Ramah Lansia dengan Posyandu Lansia

Di Kelurahan Tammua juga terdapat Posyandu Lansia “Fastabul Khairot” di RW 06 yang bertujuan untuk mendekatkan akses layanan kesehatan bagi lansia, mengingat jarak puskesmas cukup jauh. Pemeriksaan kesehatan dari Puskesmas (melalui Posyandu) dilakukan secara berkala lansia, mencakup cek darah, kolestreol, kadar gula, olahraga rutin seminggu sekali, dan lain-lain. 

Diketahui, anggota Posyandu terdiri atas 37 Lansia, dengan 24 di antaranya anggota aktif. Sedangkan pengurus Posyandu ada 5 orang perempuan. Posyandu Lansia ini berkolaborasi dengan FKM UNHAS untuk pendampingan kegiatan. Sebagian besar anggota Posyandu mendapatkan program bantuan PKH lansia. Keberadaan Posyandu ini meningkatkan keterampilan dan ekonomi bagi Lansia. Dalam kegiatan pembangunan di kelurahan, Lansia dan kaum perempuan terlibat aktif pada perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan. 

Prinsip Tammua ini adalah Akses, Partisipasi, Kontrol dan Manfaat (APKM).
Akses: Akses terhadap kesempatan hadir dalam pertemuan, terhadap layanan kesehatan bagi lansia-Posyandu Lansia. Akses bantuan program pemerintah (PKH), akses terhadap arsinum oleh Lansia, disabilitas dan perempuan. Partisipasi: Partisipasi aktif kelompok lansia, perempuan dalam semua tahapan kegiatan. Disabilitas juga berpartisipasi dalam kegiatan pelaksanaan infrastruktur. Kontrol: Perempuan, Lansia dapat berperan dalam pengambilan keputusan rencana kegiatan ang dilakukan oleh BKM. Perempuan menjadi Ketua KSM untuk kegiatan jalan, IPAL, dan drainase. Pengurus KSM dan Posyandu juga merupakan lansia. Manfaat: Infrastruktur sudah di manfaatkan oleh masyarakat khususnya lansia dan masyarakat. Penyandang disabilitas memanfaatkan arsinum dan  jalur pemandu. Melibatkan perempuan, lansia dan penyandang disabilitas dalam proses pelaksanaan dari mulai perencanaan, pelaksanaan dan pengambilan keputusan. 

Khusus disabilitas tunarungu sudah dilibatkan dalam pekerjaan infrastruktur. Disabilitas memang dilibatkan dalam pekerjaan infrastruktur di RW 2 dan mendapatkan honor setara dengan pekerja yang lainnya. Pelibatan keluarga miskin (MBR) dalam pekerjaan Infrastruktur memberi dampak langsung terhadap ekonomi keluarga. Dengan adanya kegiatan DFAT ini, kondisi lingkungan menjadi lebih sehat, kualitas air sumur warga jadi lebih baik, begitu juga tingkat perekonomian warga. [Redaksi/Sulsel]

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.