Beranda Warta Cerita Secercah Harapan CFW dan Tangguhnya Perempuan Sikka

Secercah Harapan CFW dan Tangguhnya Perempuan Sikka

Cerita NTT Sikka CFW Padat Karya Peran Perempuan Comments (0) View (223)

NTT Kotaku Kabupaten Sikka, kegiatan CFW dan Peran PerempuanMasuknya kegiatan cash for work (CFW) atau padat karya tunai (PKT) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) ke Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur membuat warga antusias. Maklum, di saat bersamaan Covid-19 tengah melanda Indonesia, tak ayal kehidupan dirasa lebih berat karena kebanyakan warga kehilangan pendapatan, mengingat sebagian besar warga bekerja sebagai buruh proyek, buruh pelabuhan dan karyawan toko.

Sebagai peserta CFW/PKT adalah warga terdampak langsung pandemik Covid, berpenghasilan rendah (MBR) dan masih dalam usia produktif. Pekerjaan yang dilakukan melalui CFW adalah rehab (sedang dan berat) rabat jalan dan pembersihan di lokasi-lokasi kegiatan infrastruktur hasil pembangunan Program Kotaku, bahkan PNPM Mandiri Perkotaan. Semua pekerjaan sesuai mekanisme program, kegiatan infrastruktur pembangunan dan/atau rehab jalan, pembersihan drainase di Kelurahan Madawat harus diawasi dan dikoordinir oleh satu lembaga pengelola, yaitu kelompok swadaya masyarakat (KSM).

NTT Kotaku Kabupaten Sikka, kegiatan CFW dan Peran PerempuanManfaat CFW juga dirasakan di Desa Gunung Sari, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka. Desa yang terletak di sebelah utara Kota Maumere ini identik dengan lautan dan terkenal dengan kesan kumuhnya. Kondisi infrastruktur dasar di Desa Gunung Sari banyak yang belum ditangani dengan baik, bahkan ketika hujan deras, banyak jalanan yang tergenang air dan endapan lumpur. Mata pencaharian masyarakat Desa Gunung Sari umumnya nelayan dan petani perkebunan mente dan kelapa. 

Ketika CFW/PKT Program Kotaku masuk ke Desa Gunung Sari, masyarakat langsung menyambut dengan senang hati, karena Kotaku membawa secercah harapan yang bisa mendongkrak ekonomi rumah tangga warga Desa Gunung Sari. Alokasi dana kegiatan CFW di Desa Gunung Sari sebesar Rp.300jt dimanfaatkan untuk kegiatan pembangunan jalan rabat beton, pembersihan pasir laut dan rumput di badan jalan, serta pemeliharaan drainase. Semangat masyarakat sangat kentara. Mereka merasa bersyukur dan mengakui program ini sangat bermanfaat untuk membantu kehidupan mereka. Sejumlah infrastruktur dasar yang bermasalah selama ini bisa teratasi termasuk mengatasi ekonomi rumah tangga mereka.

Desa Samparong Bukti Eksistensi Kaum Hawa dalam Program Kotaku

NTT Kotaku Kabupaten Sikka, kegiatan CFW dan Peran PerempuanPerubahan signifikan juga terjadi di Desa Samparong, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka yang mendapatkan bantuan Program Kotaku 2021.  Dukungan pemerintah desa dan warga dalam pelaksanaan kegiatan Kotaku sangat besar dalam menunjang pelaksanaan program yang digerakkan lembaga keswadayaan masyarakat (LKM) Watu Mandi. Dukungan ini dibuktikan dengan adanya swadaya masyarakat baik yang berupa materi, tenaga, dan pikiran. Kekompakan inilah yang membuat pembangunan di Desa Samparong lancar dan hasilnya cukup memuaskan. 

Di sisi lain, umumnya kaum perempuan selalu dimarginalkan dalam setiap kegiatan, baik dalam menentukan kebijakan, perencanaan maupun dalam pelaksanaan. Perempuan dianggap tidak mampu menentukan sikap, tidak punya program dan lain sebagainya. Berbeda dengan Desa Samparong, Kaum perempuan Samparong menunjukkan bahwa pembangunan lingkungan bukan kegiatan yang hanya bisa dilakukan oleh laki-laki saja, perempuan juga bisa menyumbangkan tenaganya. Ini bukti bahwa di Desa Samparong sudah mulai tumbuh kesadaran tentang kesetaraan jender, kesamaan hak dan kewajiban dalam rangka pembangunan infrastruktur maupun non-infrastruktur. [NTT]

Penulis: Tim Komunikasi Provinsi NTT/KMP Kotaku

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.