Beranda Warta Berita Wajah Baru Pantai Jagu

Wajah Baru Pantai Jagu

Kotaku Aceh Lhokseumawe Penataan Kawasan Skala Kawasan Kumuh Permukiman Wisata Jalan Drainase Pantai Jagu Comments (0) View (285)

Kawasan kumuh di Desa Jawa Lama dan Desa Hagu Selatan kini jadi salah satu destinasi unggulan Kota Lhokseumawe, Aceh. Kawasan tersebut dikenal dengan nama Pantai Jagu (Jawa-Hagu) dan mulai ramai dikunjungi oleh warga sekitar dan wisatawan lokal. Pembangunan kawasan wisata Pantai Jagu ini merupakan kolaborasi Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku)  Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe. Permasalahan utama permukiman kumuh Kawasan Jagu adalah ketidakteraturan bangunan akibat pertumbuhan permukiman ilegal di sempadan pantai dan konstruksi bangunan yang tidak sesuai persyaratan teknis. Sanitasi juga buruk karena menjadi tempat buangan langsung limbah rumah tangga (Grey and Black Water) dan sampah. Akses jalan permukiman di beberapa bagian terputus sebagai akibat pertumbuhan permukiman illegal di pinggir pantai. Berangkat dari latar belakang permasalahan kumuh itulah Program Kotaku melakukan penataan melalui kegiatan skala kawasan.

 

Kegiatan penataan Kawasan Jagu dari dana Program Kotaku mencakup jalan beton sepanjang 1020 meter, drainase lingkungan sepanjang 839 meter, 1 unit balai pertemuan warga dan MCK. Pembangunan selesai pada tahun 2021. Sebelumnya pada tahun 2017 ada juga pembangunan jalan sepanjang 600 meter dari dana regular. Dalam penataan sebuah kawasan tentu akan ada Warga Terdampak (WTP) di lokasi tersebut begitu juga dengan di Kawasan Jagu, ada 34 WTP yang direlokasi ke  rusunawa (rumah susun sederhana sewa).

 

Kini Kawasan Jagu sudah tertata rapih, berkat adanya kolaborasi dari Program Kotaku, pemerintah kota, perbankan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak lainnya. Jalan beton di sekitar Pantai Jagu saat pagi hari digunakan oleh  para nelayan untuk melakukan aktifitas menjala yaitu jala pukat darat yang jalanya di hampar ke laut dan kedua ujungnya ditarik di tepi pantai yg sekarang sudah ada akses jalan beton. Pada sore harinya Kawasan Jagu ramai dikunjungi masyarakat mulai dari orang dewasa tua muda dan anak-anak untuk berwisata kuliner sambil menikmati keindahan Pantai Jagu. Gedung balai pertemuan selain digunakan sebagai ruang rapat / rembug warga juga sebagai ruang shalat bagi nelayan yang hendak atau habis melaut, tempat memperbaiki jala nelayan dan digunakan untuk aktivitas lainnya. [Redaksi/Aceh]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis: Tim Komunikasi

Editor: Vhany Medina

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.