Beranda Warta Berita Sertifikat Memikat Warga Terdampak Krueng Langsa

Sertifikat Memikat Warga Terdampak Krueng Langsa

Kotaku Kumuh Penataan Kawasan Skala Kawasan Krueng Langsa Langsa Sertifikat DAK Integrasi Aceh PUPR Pemko Langsa Comments (0) View (239)

Suksesnya penataan Kawasan Krueng Langsa berkat  kolaborasi antara Program Kotaku Kementerian PUPR, Pemko Langsa, dan DAK Intergrasi. Warga yang dulu tinggal di sepanjang bantaran Krueng (sungai) Langsa kini bisa menikmati kehidupan baru di Timbang Langsa Kota Langsa Provinsi Aceh dengan kepastian bermukim yang lebih jelas. Saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Langsa memberikan sertifikat kepemilikan lahan dan rumah yang layak huni. Pembagian sertifikat bertempat di Aula Gampong Timbang Langsa pada Jumat, 26 Agustus 2022 lalu. Dalam sambutannya Marzuki Hamid Wakil Walikota Langsa menyampaikan “Pemerintah Kota Langsa saat ini sudah berupaya agar masyarakat bisa menempati permukiman yang layak huni bagi ibu-ibu dan bapak-bapak yang dulunya tinggal di Bantaran Krueng Langsa bisa pindah kesini dan mempunyai legalitas tanah yaitu sertifikat.” Harapannya warga bisa menjaga kebersihan di permukiman yang baru, saling menghormati sesama tetangga, ada kegiatan gotong royong agar lingkungan bersih dan asri.

 

Berdasarkan SK kumuh tahun 2021 Kota Langsa memiliki luas kumuh secara keseluruhan adalah 278,17 hektar, Pemko Langsa membagi prioritas penanganan kumuh kedalam 8 kawasan penanganan. Prioritas penanganan pada dua kawasan yaitu Kawasan Krueng Langsa dan Kawasan  Permukiman baru.  Penataan kawasan Sungai Krueng Langsa menjadi prioritas mengingat permasalahan utama di lokasi tersebut adalah ketidak teraturan bangunan, jaringan jalan yang rusak, sanitasi  yang buruk, masyarakat di bantaran sungai menempati lahan illegal. Lingkungan permukiman yang kumuh berdampak bencana banjir setiap hujan datang. Berangkat dari permasalahan tersebut pemerintah kota mempunyai kebijakan salah satunya dengan penanganan kawasan yaitu permukiman kembali (relokasi) kegiatan memindahkan masyarakat terdampak dari lokasi perumahan kumuh atau permukiman kumuh yang tidak mungkin dibangun kembali karena tidak sesuai dengan rencana tata ruang atau rawan bencana.

 

Pemko Langsa menyediakan lahan seluas 14,18 hektar di Gampong Timbang Langsa dihibahkan seluas 10 x 15 meter  per Kepala Keluarga (KK). Hal ini tentunya agar masyarakat  mendapat kepastian bermukim menempati lahan yang telah dihibahkan  dengan pembuktian sertifikat. Dalam hal pengadaan sertifikat, pemko berkolaborasi dengan ATR-BPN Kota Langsa melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), dimana ATR-BPN melalui dukungan pengadaan sertifikat gratis untuk 250 KK yang akan bermukim di permukiman baru Gampong Timbang Langsa. Dukungan juga datang dari  Kementrian PUPR melalui Program DAK integrasi dimana Kota Langsa terpilih sebagai salah satu kota pilot project dari 11 kota di seluruh Indonesia melalui  hasil seleksi nasional. Program DAK integrasi salah satu program keterpaduan dalam pengentasan permukiman kumuh tahun 2021 mengusung konsep Gampong Herbal dan penanganan kawasan permukiman kembali dengan memindahkan 250 KK dari bantaran Krueng Langsa ke permukiman yang layak huni.

 

Sertifikat diberikan secara simbolis kepada 9 KK yang terpilih dari 250 warga, salah satu penerima manfaat mengatakan sangat terharu karena mendapatkan sertifikat dengan permukiman yang layak huni dan sangat berterima kasih sekali terhadap pemerintah Kota Langsa. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas PUPR, Kepala Bidang Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah, Bappeda serta Camat Langsa Baro dan Langsa Kota.

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis: Maulina Santi (Korkot Langsa)

Editor: Vhany Medina

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.